Epidemiologist

Epidemiologist
Epidemiologists help with study design, collection and statistical analysis of data, and interpretation and dissemination of results (including peer review and occasional systematic review). Epidemiology has helped develop methodology used in clinical research, public health studies and, to a lesser extent, basic research in the biological sciences

Selasa, 26 November 2013

Teknik Pengambilan Sampel

Teknik Pengambilan Sampel

Pada dasarnya terdapat dua macam teknik pengambilan sampel, yaitu teknik Random dan Non Random. Dalam tulisan ini akan dijelaskan secara singkat keduanya untuk melaksanakan penelitian sampling, sebagai berikut :
1.    Teknik Random Sampling.
Teknik Random sampling ialah teknik pengambilan sampel dimana semua individu dalam populasi, baik secara individual atau bekelompok diberi kesempatan yang sama untuk dipilih menjadi anggota sampel.
Random sampling yang juga diberi istilah pengambilan sampel secara rambang atau acak yaitu pengambilan sampel yang tanpa pilih-pilih dan didasarkan atas prinsip-prinsip matematis yang telah diuji dalam praktek. Sebab dipandang sebagai teknik sampling paling baik dalam sebuah penelitian. Sampel yang diperoleh secara rambang lebih mantap bila dibandingkan dengan incidental sampel yang diperoleh secara insidental. Sebab cara ini kurang menggunakan prinsip ilmiah yang baik.
Dalam praktek produser Random sampling meliputi :
a) Cara undian.
Pengambilan sampel secara undian ialah seperti layaknya orang melaksanakan undian. Adapun langkah-langkahnya sebagai berikut :
1)      Membuat daftar yang berisi semua subyek, obyek, peristiwa atau kelompok yang akan diselidiki.
2)      Memberi kode yang berupa angka-angka untuk semua yang akan diselidiki dalam nomor 1.
3)      Menulis kode tersebtu masing-masing pada selembar kertas kecil.
4)      Menggulung setiap kertas kecil berkode tersebut.
5)      Memasukkan gulungan-gulungan kertas tersebut dalam kaleng atau tempat sejenis.
6)      Mengocok baik-baik kaleng tersebut.
7)      Mengambil satu persatu gulungan tersebut sejumlah kebutuhan.
b)   Cara ordinal.
Cara ini dilakukan dengan memilih nomor-nomor genap, gasal, atau kelipatan tertentu. Langkahnya ialah : Membuat daftar yang berisi semua subyek, obyek peristiwa atau kelompok yang akan diselidiki lengkap dengan nomor urutnya. Mengambil nomor-nomor tertentu. Misalnya nomor-nomor gasal semua atau genap semua atau nomor-nomor kelipatan.
c)    Cara radomisasi dari table bilangan Random.
Cara ini menentukan para peneliti untuk memilih anggota sampel dengan langkah :
1)   Membuat daftar nomor dan nama subyek.
2)   Membuat table yang berisi nomor-nomor subyek.
3)   Menjatuhkan pencil secara sembarang pada petak-petak tebal yang berisi nomor-nomor sampai diperoleh sebanyak anggota sampai yang dibutuhkan.
2.    Teknik Non Random Sampling.
Teknik Non Random sampling ialah cara pengambilan sampel yang tidak semua anggota populasi yang tidak semua anggota populasi diberi kesempatan untuk dipilih menjadi sampel. Penelitian pendidikan, psikologi, adakalanya menggunakan teknik ini, sebab mempertimbangkan factor tertentu, misalnya umur, tingkat kedewasaan, tingkat kecerdasan dan lainnya.
a)    Macam-macamnya.
Semua teknik sampling yang tidak tergolong dalam random sampling adalah tergolong dalam jenis teknik sampling non random. Macam-macam sampling dalam non random sampling ialah :
1)      Proportional sampling.
2)      Stratified sampling.
3)      Purposive sampling
4)      Quota sampling.
5)      Double sampling.
6)      Area probabilitu sampling.
7)      Cluster sampling.

Penjelasannya.

Untuk menjelaskan masing-masing teknik sampling tersebut akan diutarakan berturut-turut sebagai berikut :
a.    Teknik proporsional sampling.
Teknik ini menghendaki cara pengambilan sampel dari setiap sub populasi dengan memperhitungkan besar kecilnya sub populasi tersebut.
Cara ini dapat memberi landasan generalisasi yang lebih dapat dipertanggung jawabkan dari pada apabila tanpa memperhitungkan besar kecilna sub populasi dan setiap sub populasi.

b.    Teknik Stratifiet Sampling.
Teknik ini biasa digunakan apabila populasi terdiri dari susunan kelompok yang bertingkat-tingkat.
Penelitian pendidikan sering menggunakan teknik ini, misalnya apabila meneliti tingkat-tingkat pendidikan tingkat kelas.

Langkah-langkahnya ialah :
1> Mencatat banyaknya tingkatan yang ada dalam populasi.
2> Menentukan jumlah tingkatan pada sampel berdasarkan proporsional sampling.
3> Memilih anggota sampel dari masing-masing tingkatan pada (a) dengan teknik Proporsional atau Proporsional Random Sampling.
c.    Teknik purposive sampling.
Teknik ini berdasarkan pada ciri-ciri atau sifat tertentu yang diperkirakan mempunyai sangkut paut era dengan ciri-ciri atau sifat yang terdapat pada populasi yang sudah diketahui sebelumnya. Jadi ciri-ciri atau sifat yang spesifik yang ada atau dilihat dalam populasi dijadikan kunci untuk pengambilan sampel.
d.   Teknik Quota Sampling.
Teknik ini menghendaki pengambilan sampel dengan mendasarkan diri pada Quotum (di Indonesia = kotum). Peneliti harus terlebih dahulu menetapkan jumlah subyek yang akan diselidiki. Subyek populasi harus ditetapkan kriterianya untuk menetapkan kriteria sampel.
Ciri pokok dalam quota sampling ialah abahwa jumlah subyek yang telah ditetapkan akan terpenuhi. Kelemahan utama teknik ini ialah para petugas pengambil sampel kurang terawasi apakah kriteria-kriteria dalam populasi sudah tercermin dalam sampel, sebabnya teknik ini kurang disukai.

e.    Teknik double sampling
Teknik doubel sampling ialah pengambilan sampel yang mengusahakan adanya sampel kembar, yaitu sampel yang diperoleh secara angket (terutama angket yang diperoleh melalui pos). Dari cara itulah terdapat angket yang kembali dan tidak kembali. Masing-masing kelompok dicatat, kemudian bagi angket yang tidak kembali dipertegas dengan interviu. Jadi sampling kedua ini berfungsi menceksampling pertama (yang angketnya kembali).

f.     Tektik area probability sampling.
Teknik ini menghendaki cara pengambilan sampel yang mendasarkan pada pembagian area (daerah-daerah) yang ada pada populasi. Yaitu daerah yang ada pada populasi di bagi-bagi menjadi beberapa daerah yang lebih kecil.

g.    Teknik cluster sampling.
Teknik ini menghendaki adanya kelompok dalam pengambilan sampel berdasarkan atas kelompok yang ada pada populasi. Jadi populasi sengaja dipandang berkelompok, kemudian tersebut dicerminkan dalam sampel. Perlu digaris bawahi bahwa dalam suatu penelitian seseorang boleh menggunakan teknik area probability sampling sedang dalam menentukan obyeknya digunakan teknik random. Maka teknik samplingnya ialah area probability – random sampling.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar