Epidemiologist

Epidemiologist
Epidemiologists help with study design, collection and statistical analysis of data, and interpretation and dissemination of results (including peer review and occasional systematic review). Epidemiology has helped develop methodology used in clinical research, public health studies and, to a lesser extent, basic research in the biological sciences

Minggu, 24 November 2013

HIV DAN AIDS: SEL CD4 DAN SISTEM KEKEBALAN TUBUH

HIV DAN AIDS: SEL CD4 DAN SISTEM KEKEBALAN TUBUH

Bicara mengenai HIV dan AIDS maka sistem kekebalan tubuh adalah salah satu topik utama. Dalam membahas sistem kekebalan tubuh terkait dengan HIV/AIDS, kita akan selalu mendengar kata CD4 Cells dan CD4 Cell Counts (Sel CD4 dan Jumlah Sel CD4). Siapakah sebenarnya Sel CD4 ini? Apakah peran mereka sehingga menjadi perhatian utama kita? Jangan biarkan berlalu tanpa tahu. Tulisan ini adalah lanjutan dari HIV dan Sistem Kekebalan Tubuh.
 SEL CD4, SEL-T Penolong (Helper) dan Sel T4
 Tiga nama di atas, CD4 Cells, Helper T-Cells dan T4 Cells sebenarnya merujuk kepada sel yang sama. Disebut Sel T karena diproduksi di sumsum tulang dan dimatangkan di kelenjar Thymus (T), Disebut “Helper” karena perannya membantu sel-sel pertahanan tubuh lainnya.
 Nama yang populer saat ini memang CD4. Mengapa disebut “CD” tidak ada kaitannya dengan Corps Diplomatic atau (mohon maaf) “Celana Dalam”. CD adalah singkatan dari Cluster of Differentiation, merujuk pada klaster protein yang membentuk reseptor pada permukaan sel tersebut. Ada banyak sekali klaster, tetapi dalam hubungan dengan HIV/AIDS maka CD4 dan CD8 yang paling utama dan paling sering dibahas.

 SEL CD4: DARI MANA DATANGNYA?
 Dalam bahasa awam, yang tanggung-jawab terhadap berfungsinya sistem kekebalan tubuh adalah sel darah putih. Salah satu dari beberapa jenis sel darah putih adalah yang disebut Limfosit (Lymphocyte). Sel CD4 adalah salah satu bentuk dari Limfosit ini.
 Ada dua jenis sel Limfosit, yaitu Sel B (B-cells) dan Sel T (T-cells).
 Disebut Sel B karena diproduksi sekaligus dimatangkan di Bone marrow (sumsum tulang). Sel B akan menghasilkan antibody guna melawan patogen yang memasuki tubuh manusia.
 Disebut Sel T karena produksinya di Bone marrow tetapi pematangannya di kelenjar Thymus (T).
 Ada tiga kelompok Sel T, yaitu:
1.    Helper T-Cells yang disebut juga dengan nama Sel T4 atau CD4. Tugasnya adalah mengkoordinir dan menggerakkan sel-sel kekebalan tubuh lainnya untuk menghancurkan organisme penyebab penyakit yang masuk ke tubuh manusia.
2.    Supressor T-Cells dikenal juga dengan nama Sel T8 atau CD8 dengan tugas mengendalikan unsur kekebalan tubuh yang lain sehingga tidak menyerang jaringan normal
3.    Killer T-Cells disebut juga CTLs (Cytotoxic T-Lymphocytes) salah satu jenis sel T8 yang tugasnya mengenali dan merusak sel-sel abnormal atau yang terinfeksi.
 

SEL CD4: APA MISINYA?
 Diantara sel-sel sistem kekebalan tubuh manusia, maka tanggung-jawab sel-sel CD4 amat besar. Tugas mereka adalah mengatur berfungsinya sistem kekebalan tubuh.
 
Sel CD4 inilah yang memberi sinyal bahaya dan selanjutnya menggerakkan sel-sel pertahanan tubuh yang lain untuk menyerang intruder yang akan mengganggu tubuh manusia, misalnya virus dan bakteri. Bisa dikatakan bahwa sel CD4 adalah jenderalnya sistem kekebalan tubuh.
 KESIMPULAN
 Jumlah sel CD4 menjadi indikator yang amat penting dalam menentukan tingkat kekebalan tubuh manusia. Kita harus mampu mempertahankan “jumlah CD4” dalam batas-batas normal pada kisaran 500-1000 sel per milimeter kubik darah, sehingga kita mampu mempertahankan diri dari komplikasi-komplikasi yang berhubungan dengan HIV AIDS khususnya mencegah terjadinya infeksi oportunistik.

 Jumlah Sel CD4 akan menentukan kapan seorang ODHA harus memulai pengobatan. Penghitungan jumlah sel CD4 menjadi bagian penting dalam pengobatan: Memulai dan follow-up nya. D

Tidak ada komentar:

Posting Komentar