Epidemiologist

Epidemiologist
Epidemiologists help with study design, collection and statistical analysis of data, and interpretation and dissemination of results (including peer review and occasional systematic review). Epidemiology has helped develop methodology used in clinical research, public health studies and, to a lesser extent, basic research in the biological sciences
Tampilkan postingan dengan label Wanita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Wanita. Tampilkan semua postingan

Rabu, 15 Januari 2014

SAUNA

7 Manfaat mengejutkan dari saunaMeredakan stresSauna adalah tempat yang sempurna untuk meredakan stres. Sebab ketika berada di ruangan sauna, Anda bisa merasakan ketenangan dan berpikir dengan jernih. Segala pikiran buruk yang membuat stres akhirnya sirna perlahan-lahan.
Menyehatkan kulitSetiap hari, banyak radikal bebas yang masuk dan mengotori kulit. Pemakaian produk kecantikan juga bisa meracuni kulit. Dengan sauna, seluruh racun akhirnya dikeluarkan sehingga kulit menjadi semakin sehat dan cantik.
Tidur lebih nyenyakBerkeringat di ruangan yang panas juga bisa membuat tidur menjadi lebih nyenyak. Sebab sauna membantu tubuh mengalami peningkatan suhu dan turun kembali ketika keluar. Penurunan suhu tubuh itulah yang membuat tidur menjadi lebih nyenyak.
Membersihkan racunSeperti yang sudah disebutkan, sauna adalah metode ampuh untuk membersihkan racun dari dalam tubuh atau detoksifikasi. Sebab seluruh kotoran keluar melalui keringat dan membantu tubuh bersih dari segala macam penyakit.
Mengatasi radang sendiPersendian yang sering terasa nyeri bisa diatasi dengan sauna. Sebab dengan sauna, sirkulasi darah menjadi lebih lancar. Suhu tinggi dalam sauna juga merangsang produksi hormon endorfin yang meredakan nyeri pada tubuh.
Membakar kaloriSauna adalah cara mudah menyenangkan untuk membakar kalori. Meskipun tidak banyak, namun setiap orang pasti menikmati setiap waktu bersantai sambil membakar sedikit kalori dari dalam tubuhnya.
Menjaga kesehatanJika dirangkum, sauna pada dasarnya mampu menjaga kesehatan fisik dan mental secara keseluruhan. Sebuah penelitian bahkan membuktikan kalau pergi ke sauna secara rutin mampu menurunkan risiko penyakit demam.

Manfaat Mandi sauna

Mandi sauna memiliki banyak manfaat tapi ada juga resikonya kalau tidak dilakukan secara hati-hati. Dan berikut merupakan manfaat mandi sauna.
 Sauna
Membersihkan Racun
Proses mandi sauna akan menyebabkan tubuh banyak mengeluarkan keringat yang berfungsi dalam memberikan efek pembersihan secara menyeluruh pada kulit dan juga kelenjar keringat.

Keadaan berkeringat yang berlebihan ini akan meningkatkan kapasitas detoksifikasi kulit dengan membuka pori-pori dan mengeluarkan kotoran dari badan.

Kotoran tubuh yang tersimpan dalam jaringan lemak kemudian akan mencair di bawah suhu yang tinggi. Dan pada akhirnya kotoran tersebut akan dibuang melalui keringat atau saluran usus.

Menurunkan Berat Badan
Anda yang memiliki berat badan berlebih atau obesitas dan sedang ingin menjalankan program penurunan berat badan bisa mencoba melakukan mandi sauna untuk mewujudkan keinginan tersebut. Banyak orang yang telah merasakan manfaat mandi sauna untuk menurunkan berat badan.

Mengapa sauna bisa menurunkan berat badan seseorang? Mandi sauna memiliki kinerja positif pada sistem metabolisme tubuh dengan meningkatkan kecepatan dan intensitasnya sehingga pada akhirnya akan mengakibatkan penurunan berat badan.

Relaksasi Fisik dan Mental
Tak heran jika banyak orang yang mengalami stres atau mengalami gangguan kejiwaan kemudian dianjurkan untuk melakukan mandi sauna karena ternyata sauna juga dapat membantu merilekskan kondisi fisik dan mental. Begitu juga dengan orang yang mengalami gangguan tidur (insomnia) bisa mencoba mengatasinya dengan melakukan mandi sauna ini.

Yang Patut Diperhatikan
Meski mandi sauna terbilang memiliki beberapa manfaat, namun, bukan berarti bahwa sauna bisa dilakukan kepada siapa pun dan dengan kondisi apapun.

Orang-orang yang tidak boleh melakukan mandi sauna ialah ibu yang sedang hamil atau orang yang mengalami gangguan pada saluran pernafasan. Apabila Anda sedang melakukan mandi sauna kemudian terasa pusing, mual atau kesulitan bernafas, segeralah memeriksakan diri ke dokter.

Hal lainnya yang patut diperhatikan bahwa mandi sauna bisa berujung pada kematian. Mengapa itu bisa terjadi? Para ahli dari AS sering mengibaratkan sauna dengan minum anggur, maksudnya mandi sauna akan bermanfaat jika dilakukan secara wajar atau tidak berlebihan.

Mandi sauna akan berbalik menjadi berbahaya kalau dilakukan terlalu lama, lebih dari waktu yang ditentukan antara 10-15 menit karena akan membuat tubuh kehilangan banyak cairan. Kondisi tersebut akan membuat kulit kesulitan berkeringat dan fungsi jantung menjadi terganggu.


Makanya, jangan hanya karena sauna banyak memiliki manfaat kemudian melakukannya secara berlebihan yang justru akan fatal akibatnya. Mulai saat ini, disarankan bagi Anda yang kerap mandi sauna supaya dilakukan dengan cara teratur dan sesuai dengan ketentuan (tidak berlebihan).

Minggu, 12 Januari 2014

Orgasme

Orgasme
Orgasme berarti pelepasan tiba-tiba ketegangan seksual yang terkumpul, yang mengakibatkan kontraksi otot ritmik di daerah pinggul yang menghasilkan sensasi kenikmatan yang tinggi dan diikuti relaksasi yang cepat. Ini biasanya berlangsung untuk beberapa detik. Orgasme juga sebagian merupakan pengalaman psikologis akan kenikmatan dan pembuangan, saat pikirandifokuskan hanya pada pengalaman pribadi. Orgasme kadang-kadang disebut klimaks atau kedatangan.
Dalam riset asli siklus respon seksual manusia, orgasme merupakan tahap yang ketiga dari 4 tahap, terjadi setelah tahap peningkatan dan sebelum fase penyelesaian. Model siklus respon seksual lain yang diterima luas yang dikembangkan oleh Helen Singer Kaplan, MD, PhD. melibatkan hanya 3 tahap: gairah, kesenangan dan orgasme.
Orgasme berbeda dari satu orang ke orang lain dan untuk setiap individu pada waktu yang berbeda. Terkadang orgasme merupakan gelombang sensasi yang meletup-letup dan menakjubkan, sementara lainnya lebih ringan, halus dan tidak terlalu kuat. Perbedaan intensitas orgasme dapat disebabkan faktor fisik, seperti kelelahan dan lamanya waktu sejak orgasme terakhir, sekaligus juga faktor psikososial, termasuk suasana hati, hubungan dengan pasangan, aktivitas, harapan, dan perasaan mengenai pengalaman itu.

Fisiologi orgasme

Ada beberapa komponen fisiologis dari orgasme. Pertama, orgasme merupakan respon total tubuh, bukan hanya kondisi pinggul. Pola gelombang otak telah menunjukkan perubahan yang nyata selama orgasme, dan otot-otot pada banyak area tubuh yang berbeda berkontraksi selama tahap respon seksual ini. Beberapa orang mengalami kontraksi otot wajah yang tidak disengaja, menghasilkan mimik yang tampak seperti meringis atau ekspresi ketidaknyamanan atau ketidaksenangan, namun ini sebenarnya indikasi dari rangsangan seksual yang tinggi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa area orgasme pada wanita tidak bergantung pada area genital saja melainkan area tubuh pun dapat membuat wanita orgasme bila dirangsang dengan baik.[1]
Ciri fisik yang paling khas dari orgasme adalah sensasi yang ditimbulkan oleh kontraksi ritmik berkelanjutan dari otot pubokoksigeus. Bersamaan dengan kontraksi dari Spinkter anal (otot cincin yang menyempitkan atau meregangkan mulut dubur), rectum dan perineum, rahim dan lapisan luar ke-3 vagina (landasan orgasmik), klitoris tertutup clitoral hood, daerah sekitar kelamin berwarna merah, labium minor berubah warnanya menjadi gelap untuk wanita, dan pembuluh dan otot ejakulatori di sekitar penis untuk pria, ini menyusun refleks orgasme. Beberapa kontraksi pertama kuat dan dekat satu sama lain, terjadi dalam interval sekitar 0,8 detik. Sementara orgasme berlanjut, kontraksi akan berkurang baik secara intensitas maupun lamanya, dan terjadi pada interval yang lebih jarang.
Walau terdapat perbedaan anatomi antara alat kelamin pria dan wanita, orgasme pada pria dan wanita secara fisiologis dan psikologis, atau subjektif, sangat serupa. Sebenarnya, penelitian telah dilakukan dimana para 'ahli' tidak dapat menentukan jenis kelamin dengan pasti saat membaca gambaran orgasme-orgasme yang semua petunjuk anatominya dihilangkan.

Penggambaran orgasme

Para wanita telah menjelaskan bahwa sensasi orgasme dimulai dengan perasaan tegang, lalu diikuti dengan cepat oleh perasaan nikmat yang biasanya mulai di klitoris dan menyebar ke pinggul. Alat-alat kelamin seringkali digambarkan menjadi hangat, seperti disetrum atau geli, dan sensasi fisik ini biasanya menyebar melalui beberapa bagian dari tubuh. Kebanyakan wanita juga merasakan kontraksi otot di vagina atau pinggul bawah mereka, sering disebut sebagai 'denyut pinggul'.
Perasaan subyektif orgasme pada pria telah dilukiskan cukup konsisten sebagai diawali dengan sensasi kehangatan atau tekanan mendalam yang berhubungan dengan 'ejakulasi tak terhindarkan', tahap dimana ejakulasi tak bisa dihentikan. Itu lalu dirasakan sebagai kontraksi nikmat yang tajam dan kuat, yang melibatkan otot pubokoksigeus, sfinkter anal, rektum, perineumdan kemaluan. Beberapa pria melukiskan bagian ini sebagai sensasi pemompa. Akhirnya, aliran hangat cairan atau sensasi 'penembakan' menggambarkan proses sebenarnya aliran semen (cairan sperma) melalui uretra (saluran kencing dalam kemaluan selama ejakulasi). Penting untuk diketahui bahwa orgasme dan ejakulasi bukan merupakan kesatuan di peristiwa yang sama. Walau mereka biasanya terjadi bersamaan, seorang pria dapat mencapai orgasme tanpa berejakulasi

Perbedaan fase orgasme pada jenis kelamin[sunting | sunting sumber]

Perbedaan utama antara fase orgasmik wanita dan pria adalah jauh lebih banyak wanita daripada pria yang memiliki kemampuan fisik untuk mencapai satu atau lebih orgasme tambahan dalam waktu singkat tanpa jatuh di bawah tingkat kenaikan gairah seksual. Mengalami orgasme berulang tergantung pada rangsangan dan minat seksual berkelanjutan. Karena semuanya ini tidak terjadi setiap kali bagi kebanyakan wanita, orgasme berulang tidak terjadi pada setiap hubungan seksual. Di sisi lain, saat berlangsungnya ejakulasi, pria memasuki tahap pemulihan yang disebut periode refraktori (pembelokan/pembubaran). Selama waktu ini, orgasme atau ejakulasi lebih lanjut secara fisik tidak mungkin. Namun, beberapa pria bisa belajar mendapat orgasme tanpa berejakulasi dengan begitu menjadikannya mungkin untuk mengalami orgasme berulang.

Macam-macam orgasme

Ada empat tipe orgasme yang dikenali, yaitu:
·         Orgasme klitoral. Di masa lalu, kita tidak tahu bahwa wanita butuh stimulasi klitoris agar mencapai orgasme. Sekarang, rangsangan atas organ ini sering kali digunakan agar wanita mencapai orgasme.
·         Orgasme vaginal. Tipe ini melibatkan area yang disebut G-spot dan bagian-bagian sensitif lainnya yang berada di dalam vagina. Orgasme ini sangat berbeda dan secara fisik bisa terasa makin intens tergantung kemampuan pasangan memainkan perannya. Tapi yang jelas, saat Anda mencapainya, energi Anda bukannya menurun, malahan meningkat.
·         Orgasme multipel. Saat satu ronde hubungan seksual berlangsung Anda mendapatkan dan merasai puncak-puncak kenikmatan (orgasme) beberapa kali seperti untaian mutiara yang berjejer, itulah yang disebut multipel orgasme.
·         Orgasme seluruh tubuh. Memang sangat jarang dialami sebagian besar wanita namun dengan latihan yang tepat, wanita atau bahkan pria dapat merasakannya.