Epidemiologist

Epidemiologist
Epidemiologists help with study design, collection and statistical analysis of data, and interpretation and dissemination of results (including peer review and occasional systematic review). Epidemiology has helped develop methodology used in clinical research, public health studies and, to a lesser extent, basic research in the biological sciences
Tampilkan postingan dengan label Medical Check Up. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Medical Check Up. Tampilkan semua postingan

Kamis, 09 Januari 2014

Medical Check Up untuk Perempuan

Medical Check Up untuk Perempuan
Pemeriksaan komprehensif pada perempuan mulai dari mata hingga area vaginal.
Kesadaran perempuan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan rutin masih rendah. Padahal berapa pun usia Anda, cek kesehatan penting bagi setiap orang, tak terkecuali perempuan. Deteksi dini penting, misalnya pada pemeriksaan pap smear, bisa mengawali deteksi apakah Anda terkena kanker serviks. 

Bila Anda berniat untuk melakukan medical check up, berikut jenis pemeriksaan kesehatan yang sebaiknya Anda mulai sejak dini:

1. Audiogram
Jangan abaikan kondisi pendengaran jika Anda sudah mulai menemukan gejalanya. Contohnya, kesulitan mendengar saat berbincang dengan lawan bicara, atau ketika ada suara berdengung di telinga, atau ketika ada riwayat penyakit serupa di keluarga. Gejala ini bisa mengarah pada otosclerosis atau kelainan genetik yang mendorong pertumbuhan abnormal pada tulang telinga. Kelainan ini lazim ditemukan pada perempuan dan seringkali muncul ketika masa kehamilan atau juga pada usia 15 dan 30 tahun.
Setelah melakukan cek audiogram dan hasilnya normal, periksakan kembali dua atau lima tahun berikutnya. Sebaliknya, jika hasil pemeriksaan menunjukkan Anda menderita masalah pendengaran yang parah, Anda membutuhkan alat bantu pendengaran.

2. Mineral tulang
Pemeriksaaan mineral tulang adalah untuk mendeteksi risiko osteoporosis. Penelitian The National Osteoporosis Foundation di Amerika menunjukkan dari sekitar 10 juta orang dewasa, 80 persennya adalah perempuan yang memiliki tulang rapuh. Bagi perempuan usia 65 tahun ke atas sebaiknya mulai periksa X-ray dengan DXA (dual-energy X-ray).

Periksakan kembali setiap lima tahun. Perempuan lebih rentan kehilangan 30 persen kepadatan tulangnya dalam kurun waktu lima atau tujuh tahun selama menopause. Tandanya untuk segera memeriksakan diri di antaranya, saat masa menopause berat Anda turun, pernah merokok, dan keluarga punya riwayat penyakit osteoporosis.

3. Mamogram
Pemeriksaan klinis area payudara ini bisa mendeteksi kanker payudara. Sejak usia 20 tahun, perempuan semestinya rutin memeriksakan payudara sebagai bagian dari regular check up. Saat usia 40 tahun, pemeriksaan mamogram atau pemeriksaan X-Ray untuk payudara sifatnya wajib. Lakukan pemeriksaan rutin setahun sekali setiap habis masa menstruasi. Setelah haid, kondisi payudara lebih peka. Selain itu, ketika di-pres di mesin mamografi, payudara tak akan terlalu sakit (jika dibandingkan bila Anda melakukan mamografi sebelum haid). Apakah Anda membutuhkan pemeriksaan ultrasound atau biopsi, semua bergantung pada kondisi payudara Anda, abnormal atau tidak.

4. Kolonoskopi
Medistra.com menuliskan, berdasarkan data statistik, orang dewasa usia 40 tahun ke atas terancam menderita kanker usus besar. Fokusnya pada orang yang hidup dengan pola makan kurang sehat.

Tindakan kolonoskopi dapat mendeteksi bahaya serangan kanker usus besar secara dini. Dengan menggunakan alatcolonoscope, seorang dokter ahli dapat memeriksa seluruh dinding usus besar dengan teliti untuk mendeteksi adanya tumor ataupun polip. Bila dibiarkan, dengan berjalannya waktu tumor jinak bisa berubah menjadi tumor ganas (kanker).

Di negara-negara maju pemeriksaan kolonoskopi ini sangat dianjurkan sebagai bagian dari uji kesehatan untuk yang berusia di atas 40 tahun. Lakukan setiap 3-5 tahun sekali.

5. Mata
Pemeriksaan pada mata bisa mendeteksi dini masalah seputar penglihatan hingga katarak dan glaukoma. Glaukoma adalah kerusakan penglihatan yang biasanya disebabkan oleh meningkatnya tekanan bola mata (klinikmatanusantara.com). Jika kondisi mata masih bagus, Anda tetap butuh memeriksakan kondisi secara umum saja mulai usia 40 tahun.

Periksakan rutin setiap dua tahun hingga usia 65 tahun. Mulai usia 65 tahun, pemeriksaan mata perlu dilakukan rutin setahun sekali. Pengguna lensa kontak harus rutin memeriksakan diri ke dokter setahun sekali. Untuk penderita glaukoma, terapi dengan laser dan bahkan operasi menjadi tindakan lebih lanjut.

6. Mulut dan gigi
Pemeriksaan mulut dan gigi bisa mencegah kanker mulut. Pemeriksaan gigi minimal dilakukan dua kali dalam setahun. Pada masa kehamilan atau perempuan yang ber-KB, akan rawan terjadi radang gusi. Perempuan perokok dan peminum berat memiliki risiko dua kali lebih besar untuk menderita penyakit gusi dan kanker mulut. Jika hasil pemeriksaan menunjukkan Anda menderita radang gusi, pembersihan rutin setahun dua kali bisa menjadi tindakannya. Namun jika ditemukan gejala abnormal, dokter gigi bisa mengambil tindakan biopsi.

7. Jantung
Anda perlu tahu bahwa tubuh aman dari risiko penyakit jantung, penyebab pertama kematian pada perempuan. Sekitar 64 persen perempuan yang meninggal karena serangan jantung tidak mempunyai gejala awal. Karenanya, mulai periksakan kesehatan jantung sejak usia 20 tahun, terutama orang dari keluarga yang punya riwayat hipertensi, kelebihan berat badan, dan perokok berat.

8. Kolesterol
Untuk mengetahui risiko penyakit jantung, periksakan kadar kolesterol sejak dini. Mulailah pemeriksaan dini sejak usia 20 tahun, apalagi jika ada anggota keluarga yang penderita kolesterol. Jika kondisi kesehatan jantung normal, periksa setiap lima tahun hingga usia 45 tahun. Lewat usia 45, periksakan rutin setiap tahun, apalagi jika kadar kolesterol tinggi.

9. Kulit
Deteksi kanker kulit bisa dilakukan dengan pemeriksaan rutin. Pada usia 30 tahun, terutama bagi yang sering terkena sinar matahari, Anda sudah harus memulai memeriksakan kesehatan kulit rutin setiap tahun. Ulangi setiap dua kali dalam setahun jika ternyata Anda menderita risiko tinggi.

10. Pap smear
Pemeriksaan pap smear penting untuk mendeteksi risiko kanker serviks. Berapa pun usia Anda, jika Anda aktif secara seksual segera periksakan pap smear. Klinik terdekat bahkan puskesmas atau bidan sudah menyediakan layanan ini. Pemeriksaan lebih canggih yang dikenal dengan thin prep pun sudah tersedia. Hasil yang lebih akurat bisa didapatkan dari cara canggih ini. Anda bisa mengantisipasi terjadinya kanker serviks yang menjadi momok menakutkan bagi banyak perempuan.

Kapan Anda Memerlukan Medical Check Up


Medical check up pada kebanyakan masyarakat Indonesia masih merupakan kegiatan yang mahal dan membuag-buang uang. Padahal dengan kita melakukan medical check up secara dini dan rutin, kita dapat menghemat pengeluaran untuk biaya pengobatan di kemudian hari. Makin bertambahnya usia, banyak hal yang dapat terjadi. Jadi dengan melakukan medical check up dini dan rutin, kita dapat mencegah hal-hal yang dapat terjadi di kemudian hari .

Kapan kita mulai makukan medical check up ?
Sedini mungkin kita mulai melakukan medical check up  dianjurkan terutama pada usia 35 tahun keatas, baik mempunyai keluhan ataupun tidak. Karena pada usia itu, proses penuaan mulai terjadi , tapi bukan berarti dibawah usia 35 tahun tidak perlu medical check up, tetap diperlukan terutama bagi yang mempunyai banyak keluhan.
Apa saja yang perlu diperiksa ?
Setiap rumah sakit mempunyai unit-unit medical check up, dan tiap rumah sakit mengemas pemeriksaan-pemeriksaan tersebut dalam bentuk paket – paket. Bila Anda baru pertama kali melakukan medical check up pilihlah paket yang dapat mengetahui kondisi tubuh Anda secara keseluruhan. Dimana didalam paket tersebut terdapat
  • pemeriksaan fisik
  • pemeriksaan laboratorium ( darah, urin, faeces)
  • pemeriksaan “roentgen” foto ( minimal chest x- ray )
  • pemeriksaan mata
  • pemeriksaan audiometry ( untuk melihat fungsi telinga )
  • pemeriksaan spirometry ( untuk melihat fungsi paru )
  • pemeriksaan elektrokardiogram ( rekam jantung ), treadmill test
  • pemeriksaan Ultrasound ( USG ) Abdomen
  • pada wanita yang sudah menikah, diperlukan papsmear, pada laki-laki dilakukan pemeriksaan uroflowmetry.
  • Pemeriksaan Gigi ( bila perlu )
Setiap berapa lama idealnya melakukan medical check up ?
Medical check up, idealnya dilakukan setiap 6 bulan sampai 1 tahun sekali. Bukan berarti dengan medical check up yang dilakukan secara rutin, tidak akan mungkin terkena penyakit. Tapi kelainan secara dini dapat segera diobati, sehingga kuwalitas hidup dapat dipertahankan dengan baik.

Apakah paket medical check harus mengambil paket yang sama setiap kali ?
Keputusan untuk mengambil suatu paket medical check up biasanya didasarkan pada keluhan yang kita derita. Anda dapat berkonsultasi dengan petugas yang bertugas atau dokter keluarga Anda, untuk memilih paket yang akan Anda ambil.
Manfaat apa yang dapat kita ambil dengan melakukan medical check up secara rutin ?
Dengan melakukan medical check up secara rutin banyak yang dapat kita dapatkan seperti :
  • Mendapatkan informasi tentang kondisi kesehatan kita saat itu.
  • Apabila ada masalah yang ditemukan dapat segera ditangani.
  • Dapat mencegah agar komplikasi atau hal-hal yang lebih berat tidak terjadi
  • Kita dapat membandingkan status kesehatan kita sekarang dengan sebelumnya, apakah terjadi peningkatan atau penurunan.
Apabila ada masalah, biasanya Anda akan dianjurkan untuk menemui atau melanjutkan konsultasi ke spesialis tertentu.

Sampai kapan kita memerlukan medical check up ?
Selama kita membutuhkannya. Jadi selama hidup kita, seperti pepatah mengatakan lebih baik mencegah daripada mengobati.
Segeralah datang ke klinik atau rumah sakit yang menyediakan pelayanan medical check up, yang dapat membantu Anda untuk mengetahui kesehatan Anda saat itu.

Medical Check Up Wajib untuk Wanita

Pemeriksaan Kesehatan merupakan suatu bagian yang sangat penting dalam sejarah kesehatan kita. Banyak masalah kesehatan yang dapat dihindari dan ditangani dari awal jika diketahui sejak awal. Terlebih lagi untuk wanita, ada beberapa pemeriksaan kesehatan yang penting dan tidak boleh dilewatkan. Apa saja pemeriksaan tersebut?
1.     Pemeriksaan Payudara
Pemeriksaan payudara sudah harus dilakukan sejak usia 20 tahun baik dilakukan sendiri maupun dalam prosedur pemeriksaan kesehatan lengkap bagi wanita. Mengetahui bentuk, benjolan, luka atau keluarnya cairan penting untuk memastikan kesehatan payudara Anda. Terlebih lagi jika Anda memiliki riwayat masalah payudara dalam keluarga Anda. Pemeriksaan payudara termasuk mamografi sebaiknya dilakukan setiap 3 tahun sekali, namun pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) harus dilakukan sesering mungkin.
2.     Pemeriksaan Serviks
Pemeriksaan serviks dikenal dengan Pap Smear sebaiknya dilakukan segera setelah seorang wanita aktif secara seksual dan dilakukan setiap 3 tahun sekali untuk mendeteksi kanker serviks. Metode pemeriksaan DNA HPV (Human Papilloma Virus) dan LBC (Liquid Based Cytology) juga dapat dilakukan untuk hasil yang lebih akurat. Jika Anda masih berada di usia 30 tahun, vaksinasi HPV (Human Papilloma Virus) dapat membantu Anda terlindung dari kanker serviks.
3.     Pemeriksaan Kepadatan Tulang
Pemeriksaan kepadatan tulang ini dapat mulai dilakukan ketika wanita memasuki usia 65 tahun ke atas untuk mengetahui risiko terjadinya patah tulang karena osteoporosis. Namun, usaha untuk menabung kepadatan tulang harus dimulai sedini mungkin dalam tahap kehidupan wanita untuk mencegah terjadinya osteoporosis.
4.     Kesehatan Jantung
Tekanan darah, kadar kolesterol dan berat badan merupakan pemeriksaan-pemeriksaan yang penting bagi wanita untuk mengawasi kesehatan jantung. Hal ini penting karena gejala penyakit jantung pada wanita seringkali tidak khas sehingga pemantauan faktor-faktor risiko terhadap kesehatan jantung dapat mencegah terjadinya masalah jantung pada wanita.
5.     Pemeriksaan Darah Rutin
Wanita Indonesia lebih rentan mengalami kurang darah atau anemia. Untuk itu pemeriksaan darah rutin dapat membantu untuk mengetahui hemoglobin dalam darah dan  mendeteksi anemia pada wanita sehingga dapat diatasi segera.
Pemeriksaan dini kesehatan perlu dilakukan dimulai usia 20 tahun sehingga masalah-masalah kesehatan yang ada dapat segera diketahui dan diatasi sehingga wanita Indonesia menjadi lebih sehat untuk melakukan berbagai aktivitasnya.\