Epidemiologist

Epidemiologist
Epidemiologists help with study design, collection and statistical analysis of data, and interpretation and dissemination of results (including peer review and occasional systematic review). Epidemiology has helped develop methodology used in clinical research, public health studies and, to a lesser extent, basic research in the biological sciences

Kamis, 09 Januari 2014

Batu Ginjal Dan Penyebabnya

Batu Ginjal Dan Penyebabnya

batu ginjalBatu ginjal adalah endapan yang terbentuk di dalam ginjal, memiliki massa keras seperti batu yang terbentuk di sepanjang saluran kemih dan bisa menyebabkan nyeri, perdarahan, penyumbatan aliran kemih atau infeksi. Nyeri yang begitu hebat sehingga Anda tidak bisa duduk atau menemukan posisi yang nyaman, nyeri yang disertai dengan mual dan muntah, nyeri yang disertai dengan demam dan menggigil, ada darah pada urin dan sulit buang air kecil merupakan beberapa gejala dari batu ginjal.
Batu ginjal disebabkan karena beberapa faktor, seperti :
  • Terlalu lama menahan kemih akan menyebabkan pekatnya kadar garam dalam urin sehingga mengendap menjadi batu dalam saluran kemih.
  • Kurang minum air putih juga dapat menjadi penyebab batu ginjal sehingga jumlah urin yang dikeluarkan dari tubuh kurang.
  • Penyebab lain bisa juga disebabkan karena kelebihan vitamin D, kadar asam urat, atau terlalu banyak mengonsumsi kalsium.

Pengobatan Batu Ginjal Secara Tradisional

Batu Ginjal di dalam saluran kemih (kalkulus uriner) adalah massa keras seperti batu yang terbentuk di sepanjang saluran kemih dan bisa menyebabkan nyeri, perdarahan, penyumbatan aliran kemih atau infeksi. Batu ini bisa terbentuk di dalam ginjal (batu ginjal) maupun di dalam kandung kemih (batu kandung kemih). Proses pembentukan batu ini disebut urolitiasis (litiasis renalis, nefrolitiasis).
1. Pepaya
7 lembar daun pepaya
Cara membuat dan menggunakan :
- Hari Pertama, 3 lembar daun pepaya yang masih segar direbus dengan air secukupnya, kemudian air rebusan daun pepaya tersebut diminum 1 gelas sekaligus.
- Hari Kedua, 5 lembar daun pepaya yang masih segar direbus dengan air secukupnya, kemudian air rebusan daun pepaya tersebut diminum 1 gelas sekaligus.
- Hari Ketiga, 7 lembar daun pepaya yang masih segar direbus dengan air secukupnya, kemudian air rebusan daun pepaya tersebut diminum 1 gelas sekaligus.
- Untuk menutupnya ditambah dengan minum air kelapa muda, yang dipilih dari buah kelapa hijau.
Catatan : bagi yang mengidap hipertensi tidak boleh minum resep ini.
2. Kemuning
Cuci bersih 30 g daun kemuning segar, lalu jus dalam 150 ml air. Saring hasil jusnya, lalu minum sekaligus satu kali sehari.
Posted in Cara Mengobati Batu GinjalObat Batu Ginjal | Tagged , | Leave a comment

Pengobatan Batu Ginjal Secara Alami

Batu ginjal terbentuk oleh pengendapan senyawa mineral dan organik, sehingga batu ginjal akan berkurang dan hilang oleh adanya pelarutan batu. Pelarutan batu bisa terjadi oleh air minum dan tanaman obat yang berfungsi diuretik dan menghancurkan batu.
Batu dalam ginjal menimbulkan infeksi, peradangan dan mungkin perdarahan sehingga perlu diobati dengan tanaman obat yang berfungsi antibiotik, anti-inflamasi dan hemostatik.
Akibat tekanan batu ginjal, infeksi dan peradangan akan terjadi penurunan fungsi ginjal.Namun batu ginjal yang sudah terdeteksi sebenarnya dapat diatasi dan diobati dengan melakukan beberapa cara berikut :
1. Jika batu ginjal masih kecil, tidak menyumbat serta belum menimbulkan infeksi, banyak-banyaklah minum air putih sedikitnya 2,5 liter per hari. Dengan minum banyak cairan akan meningkatkan produksi air seni sehingga membantu mendorong membuang batu tersebut.
2. Batu yang berukuran 1 cm akan menyumbat pelvis renalis (bagian ginjal yang berfungsi sebagai corong yang mengalirkan air kemih ke ureter), sehingga hanya bisa dipecahkan dengan gelombang ultrasonik.
3. Batu kecil dalam ureter bagian bawah bisa diangkat dengan teknik endoskopi (alat terbentuk pipa kecil panjang yang dimasukkan dalam tubuh. Dalam pipa tersebut terdapat 2 buah serat optik).
4. Batu ginjal yang ukurannya besar akibat asam urat butuh diangkat dengan cara pembedahan.
Posted in Cara Mengobati Batu GinjalObat Batu Ginjal | Tagged , | Leave a comment

Mengobati Batu Ginjal

Ginjal yang mengalami gangguan merupakan hal yang sangat tidak nyaman dan cukup menyiksa. Kondisi ini umumnya melanda pada mereka yang tidak memiliki pola hidup yang sehat.
Selain pola hidup yang tidak sehat yang dapat dijadikan penyebab dari penyakit ginjal itu timbul adalah rutinitas yang setiap hari dilakukan dengan kategori melakukan suatu pekerjaan yang cukup berat hingga mengeluarkan banyak energi sehingga mengakibatkan pola makan dan kurangnya perhatian terhadap kondisi tubuh dan sangat beresiko terutama bagi mereka yang memiliki masalah pada saluran pembuangan.
Seseorang yang mengalami gangguan pada ginjal biasanya akan mengalami gejala seperti adanya rasa pegal pada bagian pinggang. Jika sering mengalami gejala demikian dapat dikatakan seseorang mengalami gangguan pada ginjal.
Oleh karenanya penyakit ginjal ini dianggap ringan, karena bila terdeteksi mengidap penyakit gangguan ginjal tak sedikit biaya yang harus dikeluarkan untuk melakukan perawatan ataupun pengobatan. Jika sakit ginjal yang dirasakan cukup parah seseorang harus menjalani perawatan cuci darah secara rutin.
Berikut ini ada beberapa upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi gangguan pada ginjal, diantaranya adalah :
1. Kurangi konsumsi minuman bersoda. Diperbolehkan mengkonsumsi minuman bersoda namun takaran dan jumlahnya harus dibatasi atau dikurangi. Karena minuman yang mengandung soda hanya akan membuat kerja organ ginjal akan semakin buruk dan membuat ginjal menjadi kering serta cairan penting untuk menjaga kesehatan ginjal menjadi kurang, ginjal semakin kehilangan cairan.
2. Banyak mengkonsumsi air putih. Air putih memberi manfaat yang cukup besar dalam kehidupan, terutama sangat efektif untuk menjaga kesehatan ginjal. Konsumsi air putih setiap hari minimal 1-2 liter perhari atau setara dengan 10 gelas atau lebih disesuaikan dengan kondisi kesehatan dan kebutuhan tubuh akan cairan.
3. Jangan menunda buang air kecil. Seringnya menahan buang air kecil hanya akan mengundang suatu gangguan kesehatan terutama pada saluran kencing atau yang sering disebut dengan ISK.
4. Jangan membiasakan duduk terlalu lama. Pada mereka yang keseharian dalam pekerjaan dihabiskan dengan duduk terlalu lama, disarankan untuk sering bergerak melemaskan otot-otot pinggang agar ginjal tidak merasa tertekan, bila perlu mengkonsumsi air putih sebanyak-banyaknya sehingga rasa ingin berkemih sering muncul hal tersebut dimaksudkan agar ginjal tidak terasa nyeri ketika beranjak dari tempat duduk dan ginjal tidak kekurangan cairan. Bagi mereka yang sering membawa kendaaran dalam jarak jauh disarankan pula untuk sering beristirahat, berkemih dan banyak minum air putih agar ginjal tidak merasa ginjal.
Hal tersebut dilakukan untuk menghindari kemungkinan akan resiko terserang penyakit ginjal dan sejenisnya atau sedikit menepis kemungkinan terjangkit penyakit gangguan ginjal.

Pengobatan Batu Ginjal

Ginjal yang merupakan organ tubuh manusia yang sangat penting. Didalam tubuh setiap manusia memiliki 2 pasang ginjal yang terletak disebelah kanan dan kiri pada bagian dari tulang belakang tubuh. Ginjal membutuhkan perawatan dan dijaga kesehatannya.
Salah satu cara untuk menjaga kesehatan sekaligus perawatan yang baik adalah dengan rutin mengkonsumsi air putih setiap harinya. Dengan melakukan hal tersebut merupakan salah satu langkah terbaik agar terhindar dari resiko penyakit ginjal kronis dan gangguan penyakit lainnya.
Berikut ini ada beberapa tips yang dapat dilakukan sebagai salah satu upaya dalam merawat dan menjaga kesehatan ginjal bagi kelangsungan hidup yang diantaranya adalah :
1. Konsumi air minum
Dengan memperbanyak konsumsi air putih setiap hari tubuh tidak akan pernah takut kekurangan cairan atau dehidrasi. Air putih banyak memberi manfaat yang sangat baik bagi kesehatan tubuh. Terutama bagi mereka yang memiliki rutinitas yang padat dan mungkin banyak menghabiskan waktu bekerja dengan duduk, berdiri atau bekerja diluar ruangan serta pekerjaan fisik yang berat, membutuhkan cairan tubuh yang cukup banyak.
Karena apabila tubuh kekurangan cairan akan membuat fungsi kerja organ ginjal menjadi berat yang berakibat pada ginjal semakin cepat mengalami peradangan, kerusakan bahkan infeksi, fungsi organ tubuh lainnya dan tingkat kesehatan pun akan mengalami gangguan lainnya.
Apabila memiliki kebiasaan atau gemar mengkonsumsi kopi, alkohol dan minuman bersoda sebaiknya dihindari atau dikurangi karena akan mengganggu fungsi kerja ginjal. Jika minuman tersebut dikonsumsi dalam jangka waktu yang lama akan semakin memperparah dan merusak fungsi dan kerja ginjal.
2. Mengatur pola hidup yang sehat
Pola hidup yang tidak sehat dan tidak seimbang juga dapat mempengaruhi kerusakan pada ginjal dan gangguan fungsi ginjal. Menerapkan pola hidup yang sehat dan seimbang dengan memenuhi sumber komponen gizi dan nutrisi serta mineral dapat menjadi salah satu kunci agar terhindar dari resiko penyakit ginjal dan sejenisnya.
Rajin melakukan olahraga minimal 2-3 kali dalam seminggu akan membantu dalam mengatur metabolisme dalm organ di dalam tubuh, termasuk fungsi dan kerja ginjal.
Hindari pula pemakaian dan penggunaan obat-obatan dalam jangka waktu yang lama karena akan semakin memperburuk fungsi ginjal. Karena obat-obatan kimia memberi efek samping langsung pada organ ginjal, sehingga membuat kerja ginjal menjadi lebih berat dalam memisahkan kandungan obat dan cairan tubuh yang harus dibuang.

Cara Mengobati Batu Ginjal

Penyakit batu ginjal dan sejenisnya merupakan penyakit yang tidak asing lagi bagi masyarakat Indonesia pada umumnya, dalam mengatasi dan mengobati penyakit batu ginjal tak harus selalu dengan cara pembedahan operasi atau cangkok ginjal. Dalam beberapa kasus, operasi mungkin memang diperlukan namun sebagian besar dari penderita penyakit batu ginjal yang menjalani proses pengangkatan atau cangkok ginjal tak sepenuhnya merasakan hal yang lebih baik.

Gambar bentuk batu ginjal
Banyak upaya yang dapat dilakukan dalam mengobati sakit batu ginjal dengan cara yang cukup sederhana tanpa harus mengeluarkan biaya yang cukup mahal, diantaranya adalah :
1. Dengan terapi konsumsi air putih sebanyak-banyaknya
Pada dasarnya penyakit batu ginjal disebabkan oleh kurangnya konsumsi air putih secara rutin. Sehingga membuat organ ginjal mengalami peradangan dan kekurangan cairan yang kemudian membuat kumpulan zat kalsium membentuk batu ginjal baik di dalam ginjal maupun di saluran kandung kemih yang kemudian membuat beberapa penderita penyakit batu ginjal mengalami kesulitan atau keluhan saat buang air kecil.
Ketika dilakukan pemeriksaan, umumnya dokter akan melihat gejala dan tanda-tanda yang dialami dari penderita penyakti batu ginjal, jika penyakit batu ginjal masih dalam stadium awal atau normal dapat disembuhkan kemudian dokter akan menganalisa dan memberi saran untuk melakukan terapi air putih atau konsumsi air putih secara rutin setiap harinya minimal 1-2 liter per hari atau lebih disesuaikan dengan kondisi kesehatan dan kebutuhan tubuh akan cairan.
Namun jika kondisi penyakit batu ginjal ini parah, maka dokter akan menganalisa melalui sample darah atau air seni di laboratorium jika diketahui dan dinyatakan positif terserang batu ginjal dan sejenisnya, dokter akan menyarankan untuk melakukan perawatan dan pengobatan dengan cuci darah atau cangkok ginjal atau pengangkatan batu ginjal yang tentunya membutuhkan biaya yang tidak sedikit.
Oleh karenanya penuhi kebutuhan tubuh dari cairan yang berasal dari air putih, dengan konsumsi air putih setiap harinya secara rutin merupakan salah satu langkah terbaik dalam mencegah, mengatasi dan mengobati penyakit batu ginjal dan sejenisnya. Dengan mengkonsumsi air putih yang berfungsi dapat membantu menghancurkan batu ginjal, mengeluarkan racun dalam tubuh bersama air kemih.
2. Konsumsi buah semangka dan melon
Semangka dan melon mengandung zat yang sangat baik bagi kesehatan fungsi organ ginjal. Dengan mengkonsumsi rutin kedua jenis buah ini yang dapat diolah menjadi jus atau dimakan langsung membantu memberi kenyaman dan mengurangi resiko terserang penyakit ginjal serta memberi rasa adem di dalam perut.
3. Minyak Zaitun + Lemon Juice
Minyak zaitun dan lemon juice dapat digunakan sebagai salah satu alternatif yang sangat baik untuk mengatasi dan mengurangi keluhan penyakit batu ginjal. Cara mengaplikasikan bahan tersebut adalah dengan mencampurkan miyak zaitun dan jus lemon dengan perbandingan yang sama dan minum secara teratur.

Kenali Penyebab, Gejala, & Penanganan Batu Empedu

Gallstones 1 150x150 [TIPS] Kenali Penyebab, Gejala, & Penanganan Batu EmpeduBatu empedu bisa berukuran kecil atau besar dan tetap berada di hati tanpa menyebabkan penyakit atau gejala. Namun beberapa batu empedu dapat mengiritasi kandung empedu atau bersarang di hati, cystic, empedu, atau saluran pankreas.Gejala batu empedu mirip dengan kondisi lain, seperti serangan jantung dan radang usus buntu.Diagnosis yang tepat dan penanganan kesehatan diperlukan bila muncul gejala.
Penyebab Batu Empedu
Pembentukan batu empedu bisa terjadi bila empedu mengandung banyak kolesterol, bilirubin, atau kurangnya garam empedu.Ketika kandung empedu tidak bisa dikosongkan dengan benar, risiko pembentukan batu empedu bisa meningkat.Perempuan memiliki risiko lebih tinggi terkena batu empedu karena kadar estrogen yang berlebihan akan menyebabkan kadar kolesterol yang lebih tinggi pada empedu.Riwayat keluarga, obesitas, dan kondisi kesehatan tertentu bisa dikaitkan dengan batu empedu. Diet tinggi lemak dan diet rendah serat juga turut menjadi faktor terjadinya batu empedu.
Gejala Batu Empedu
Rasa nyeri di perut, di bawah rusuk yang menjalar ke punggung, tulang belikat, atau di bawah bahu kanan menjadi gejala khas dari batu empedu.Seorang dengan batu empedu mungkin akan mengalami sakit parah dalam beberapa jam setelah mengonsumsi makanan dengan kadar lemak tinggi.Beberapa gejala umum lainnya meliputi mual, muntah, perut kembung, gas usus, gangguan pencernaan, dan jaundice (kulit kuning).Selain itu gejala mirip flu, seperti menggigil, keringat dingin, dan demam juga bisa terjadi yang disertai nyeri perut.
Tinja yang berwarna seperti dempul bisa menjadi salah satu indikasi batu empedu.
Diagnosis
Karena gejala-gejala batu empedu mirip dengan kondisi serius lainnya yang menyebabkan sakit perut, diagnosis yang tepat diperlukan untuk melakukan pengobatan dengan tepat. USG atau prosedur pencitraan lain dapat membantu dokter untuk memeriksa fungsi kandung empedu dan saluran empedu apakah ada penyumbatan, infeksi, atau ruptur.Pemeriksaan darah mungkin diperlukan untuk melihat adanya kemungkinan infeksi, sakit kuning (jaundice), atau pankreatitis.
Penanganan dan Pengobatan
Batu empedu sering menyebabkan gejala yang memerlukan operasi pengangkatan kandung empedu.Penanganan non bedah juga tersedia sebagai pilihan bagi individu yang tidak memenuhi kriteria untuk dilakukan prosedur operasi karena kondisi kesehatan tertentu.Terapi oral (oral dissolution therapy) digunakan untuk melarutkan batu empedu yang berukuran kecil.Beberapa pengobatan lain mungkin diperlukan secara bersamaan jika melakukan pengobatan jenis ini.
Terapi contact dissolution merupakan prosedur eksperimental yang dilakukan dengan menginjeksikan obat secara langsung ke dalam kandung empedu. Prosedur ini terus diuji pada pasien dengan batu empedu yang berukuran kecil.
Pencegahan
Batu empedu dapat dicegah dengan menghindari diet ketat karena bisa menyebabkan munculnya batu empedu akibat peningkatan pelepasan kolesterol dari hati ke dalam empedu.Batasi makanan tinggi lemak dan tingkatkan asupan serat serta aktivitas fisik untuk mengurangi risiko terjadinya batu empedu.Konsultasikan dengan dokter mengenai penggunaan KB oral, terapi sulih hormon, dan obat penurun kolesterol karena obat-obatan tersebut terbukti dapat meningkatkan pelepasan kolesterol ke dalam empedu

Medical Check Up untuk Perempuan

Medical Check Up untuk Perempuan
Pemeriksaan komprehensif pada perempuan mulai dari mata hingga area vaginal.
Kesadaran perempuan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan rutin masih rendah. Padahal berapa pun usia Anda, cek kesehatan penting bagi setiap orang, tak terkecuali perempuan. Deteksi dini penting, misalnya pada pemeriksaan pap smear, bisa mengawali deteksi apakah Anda terkena kanker serviks. 

Bila Anda berniat untuk melakukan medical check up, berikut jenis pemeriksaan kesehatan yang sebaiknya Anda mulai sejak dini:

1. Audiogram
Jangan abaikan kondisi pendengaran jika Anda sudah mulai menemukan gejalanya. Contohnya, kesulitan mendengar saat berbincang dengan lawan bicara, atau ketika ada suara berdengung di telinga, atau ketika ada riwayat penyakit serupa di keluarga. Gejala ini bisa mengarah pada otosclerosis atau kelainan genetik yang mendorong pertumbuhan abnormal pada tulang telinga. Kelainan ini lazim ditemukan pada perempuan dan seringkali muncul ketika masa kehamilan atau juga pada usia 15 dan 30 tahun.
Setelah melakukan cek audiogram dan hasilnya normal, periksakan kembali dua atau lima tahun berikutnya. Sebaliknya, jika hasil pemeriksaan menunjukkan Anda menderita masalah pendengaran yang parah, Anda membutuhkan alat bantu pendengaran.

2. Mineral tulang
Pemeriksaaan mineral tulang adalah untuk mendeteksi risiko osteoporosis. Penelitian The National Osteoporosis Foundation di Amerika menunjukkan dari sekitar 10 juta orang dewasa, 80 persennya adalah perempuan yang memiliki tulang rapuh. Bagi perempuan usia 65 tahun ke atas sebaiknya mulai periksa X-ray dengan DXA (dual-energy X-ray).

Periksakan kembali setiap lima tahun. Perempuan lebih rentan kehilangan 30 persen kepadatan tulangnya dalam kurun waktu lima atau tujuh tahun selama menopause. Tandanya untuk segera memeriksakan diri di antaranya, saat masa menopause berat Anda turun, pernah merokok, dan keluarga punya riwayat penyakit osteoporosis.

3. Mamogram
Pemeriksaan klinis area payudara ini bisa mendeteksi kanker payudara. Sejak usia 20 tahun, perempuan semestinya rutin memeriksakan payudara sebagai bagian dari regular check up. Saat usia 40 tahun, pemeriksaan mamogram atau pemeriksaan X-Ray untuk payudara sifatnya wajib. Lakukan pemeriksaan rutin setahun sekali setiap habis masa menstruasi. Setelah haid, kondisi payudara lebih peka. Selain itu, ketika di-pres di mesin mamografi, payudara tak akan terlalu sakit (jika dibandingkan bila Anda melakukan mamografi sebelum haid). Apakah Anda membutuhkan pemeriksaan ultrasound atau biopsi, semua bergantung pada kondisi payudara Anda, abnormal atau tidak.

4. Kolonoskopi
Medistra.com menuliskan, berdasarkan data statistik, orang dewasa usia 40 tahun ke atas terancam menderita kanker usus besar. Fokusnya pada orang yang hidup dengan pola makan kurang sehat.

Tindakan kolonoskopi dapat mendeteksi bahaya serangan kanker usus besar secara dini. Dengan menggunakan alatcolonoscope, seorang dokter ahli dapat memeriksa seluruh dinding usus besar dengan teliti untuk mendeteksi adanya tumor ataupun polip. Bila dibiarkan, dengan berjalannya waktu tumor jinak bisa berubah menjadi tumor ganas (kanker).

Di negara-negara maju pemeriksaan kolonoskopi ini sangat dianjurkan sebagai bagian dari uji kesehatan untuk yang berusia di atas 40 tahun. Lakukan setiap 3-5 tahun sekali.

5. Mata
Pemeriksaan pada mata bisa mendeteksi dini masalah seputar penglihatan hingga katarak dan glaukoma. Glaukoma adalah kerusakan penglihatan yang biasanya disebabkan oleh meningkatnya tekanan bola mata (klinikmatanusantara.com). Jika kondisi mata masih bagus, Anda tetap butuh memeriksakan kondisi secara umum saja mulai usia 40 tahun.

Periksakan rutin setiap dua tahun hingga usia 65 tahun. Mulai usia 65 tahun, pemeriksaan mata perlu dilakukan rutin setahun sekali. Pengguna lensa kontak harus rutin memeriksakan diri ke dokter setahun sekali. Untuk penderita glaukoma, terapi dengan laser dan bahkan operasi menjadi tindakan lebih lanjut.

6. Mulut dan gigi
Pemeriksaan mulut dan gigi bisa mencegah kanker mulut. Pemeriksaan gigi minimal dilakukan dua kali dalam setahun. Pada masa kehamilan atau perempuan yang ber-KB, akan rawan terjadi radang gusi. Perempuan perokok dan peminum berat memiliki risiko dua kali lebih besar untuk menderita penyakit gusi dan kanker mulut. Jika hasil pemeriksaan menunjukkan Anda menderita radang gusi, pembersihan rutin setahun dua kali bisa menjadi tindakannya. Namun jika ditemukan gejala abnormal, dokter gigi bisa mengambil tindakan biopsi.

7. Jantung
Anda perlu tahu bahwa tubuh aman dari risiko penyakit jantung, penyebab pertama kematian pada perempuan. Sekitar 64 persen perempuan yang meninggal karena serangan jantung tidak mempunyai gejala awal. Karenanya, mulai periksakan kesehatan jantung sejak usia 20 tahun, terutama orang dari keluarga yang punya riwayat hipertensi, kelebihan berat badan, dan perokok berat.

8. Kolesterol
Untuk mengetahui risiko penyakit jantung, periksakan kadar kolesterol sejak dini. Mulailah pemeriksaan dini sejak usia 20 tahun, apalagi jika ada anggota keluarga yang penderita kolesterol. Jika kondisi kesehatan jantung normal, periksa setiap lima tahun hingga usia 45 tahun. Lewat usia 45, periksakan rutin setiap tahun, apalagi jika kadar kolesterol tinggi.

9. Kulit
Deteksi kanker kulit bisa dilakukan dengan pemeriksaan rutin. Pada usia 30 tahun, terutama bagi yang sering terkena sinar matahari, Anda sudah harus memulai memeriksakan kesehatan kulit rutin setiap tahun. Ulangi setiap dua kali dalam setahun jika ternyata Anda menderita risiko tinggi.

10. Pap smear
Pemeriksaan pap smear penting untuk mendeteksi risiko kanker serviks. Berapa pun usia Anda, jika Anda aktif secara seksual segera periksakan pap smear. Klinik terdekat bahkan puskesmas atau bidan sudah menyediakan layanan ini. Pemeriksaan lebih canggih yang dikenal dengan thin prep pun sudah tersedia. Hasil yang lebih akurat bisa didapatkan dari cara canggih ini. Anda bisa mengantisipasi terjadinya kanker serviks yang menjadi momok menakutkan bagi banyak perempuan.

Kapan Anda Memerlukan Medical Check Up


Medical check up pada kebanyakan masyarakat Indonesia masih merupakan kegiatan yang mahal dan membuag-buang uang. Padahal dengan kita melakukan medical check up secara dini dan rutin, kita dapat menghemat pengeluaran untuk biaya pengobatan di kemudian hari. Makin bertambahnya usia, banyak hal yang dapat terjadi. Jadi dengan melakukan medical check up dini dan rutin, kita dapat mencegah hal-hal yang dapat terjadi di kemudian hari .

Kapan kita mulai makukan medical check up ?
Sedini mungkin kita mulai melakukan medical check up  dianjurkan terutama pada usia 35 tahun keatas, baik mempunyai keluhan ataupun tidak. Karena pada usia itu, proses penuaan mulai terjadi , tapi bukan berarti dibawah usia 35 tahun tidak perlu medical check up, tetap diperlukan terutama bagi yang mempunyai banyak keluhan.
Apa saja yang perlu diperiksa ?
Setiap rumah sakit mempunyai unit-unit medical check up, dan tiap rumah sakit mengemas pemeriksaan-pemeriksaan tersebut dalam bentuk paket – paket. Bila Anda baru pertama kali melakukan medical check up pilihlah paket yang dapat mengetahui kondisi tubuh Anda secara keseluruhan. Dimana didalam paket tersebut terdapat
  • pemeriksaan fisik
  • pemeriksaan laboratorium ( darah, urin, faeces)
  • pemeriksaan “roentgen” foto ( minimal chest x- ray )
  • pemeriksaan mata
  • pemeriksaan audiometry ( untuk melihat fungsi telinga )
  • pemeriksaan spirometry ( untuk melihat fungsi paru )
  • pemeriksaan elektrokardiogram ( rekam jantung ), treadmill test
  • pemeriksaan Ultrasound ( USG ) Abdomen
  • pada wanita yang sudah menikah, diperlukan papsmear, pada laki-laki dilakukan pemeriksaan uroflowmetry.
  • Pemeriksaan Gigi ( bila perlu )
Setiap berapa lama idealnya melakukan medical check up ?
Medical check up, idealnya dilakukan setiap 6 bulan sampai 1 tahun sekali. Bukan berarti dengan medical check up yang dilakukan secara rutin, tidak akan mungkin terkena penyakit. Tapi kelainan secara dini dapat segera diobati, sehingga kuwalitas hidup dapat dipertahankan dengan baik.

Apakah paket medical check harus mengambil paket yang sama setiap kali ?
Keputusan untuk mengambil suatu paket medical check up biasanya didasarkan pada keluhan yang kita derita. Anda dapat berkonsultasi dengan petugas yang bertugas atau dokter keluarga Anda, untuk memilih paket yang akan Anda ambil.
Manfaat apa yang dapat kita ambil dengan melakukan medical check up secara rutin ?
Dengan melakukan medical check up secara rutin banyak yang dapat kita dapatkan seperti :
  • Mendapatkan informasi tentang kondisi kesehatan kita saat itu.
  • Apabila ada masalah yang ditemukan dapat segera ditangani.
  • Dapat mencegah agar komplikasi atau hal-hal yang lebih berat tidak terjadi
  • Kita dapat membandingkan status kesehatan kita sekarang dengan sebelumnya, apakah terjadi peningkatan atau penurunan.
Apabila ada masalah, biasanya Anda akan dianjurkan untuk menemui atau melanjutkan konsultasi ke spesialis tertentu.

Sampai kapan kita memerlukan medical check up ?
Selama kita membutuhkannya. Jadi selama hidup kita, seperti pepatah mengatakan lebih baik mencegah daripada mengobati.
Segeralah datang ke klinik atau rumah sakit yang menyediakan pelayanan medical check up, yang dapat membantu Anda untuk mengetahui kesehatan Anda saat itu.

Medical Check Up Wajib untuk Wanita

Pemeriksaan Kesehatan merupakan suatu bagian yang sangat penting dalam sejarah kesehatan kita. Banyak masalah kesehatan yang dapat dihindari dan ditangani dari awal jika diketahui sejak awal. Terlebih lagi untuk wanita, ada beberapa pemeriksaan kesehatan yang penting dan tidak boleh dilewatkan. Apa saja pemeriksaan tersebut?
1.     Pemeriksaan Payudara
Pemeriksaan payudara sudah harus dilakukan sejak usia 20 tahun baik dilakukan sendiri maupun dalam prosedur pemeriksaan kesehatan lengkap bagi wanita. Mengetahui bentuk, benjolan, luka atau keluarnya cairan penting untuk memastikan kesehatan payudara Anda. Terlebih lagi jika Anda memiliki riwayat masalah payudara dalam keluarga Anda. Pemeriksaan payudara termasuk mamografi sebaiknya dilakukan setiap 3 tahun sekali, namun pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) harus dilakukan sesering mungkin.
2.     Pemeriksaan Serviks
Pemeriksaan serviks dikenal dengan Pap Smear sebaiknya dilakukan segera setelah seorang wanita aktif secara seksual dan dilakukan setiap 3 tahun sekali untuk mendeteksi kanker serviks. Metode pemeriksaan DNA HPV (Human Papilloma Virus) dan LBC (Liquid Based Cytology) juga dapat dilakukan untuk hasil yang lebih akurat. Jika Anda masih berada di usia 30 tahun, vaksinasi HPV (Human Papilloma Virus) dapat membantu Anda terlindung dari kanker serviks.
3.     Pemeriksaan Kepadatan Tulang
Pemeriksaan kepadatan tulang ini dapat mulai dilakukan ketika wanita memasuki usia 65 tahun ke atas untuk mengetahui risiko terjadinya patah tulang karena osteoporosis. Namun, usaha untuk menabung kepadatan tulang harus dimulai sedini mungkin dalam tahap kehidupan wanita untuk mencegah terjadinya osteoporosis.
4.     Kesehatan Jantung
Tekanan darah, kadar kolesterol dan berat badan merupakan pemeriksaan-pemeriksaan yang penting bagi wanita untuk mengawasi kesehatan jantung. Hal ini penting karena gejala penyakit jantung pada wanita seringkali tidak khas sehingga pemantauan faktor-faktor risiko terhadap kesehatan jantung dapat mencegah terjadinya masalah jantung pada wanita.
5.     Pemeriksaan Darah Rutin
Wanita Indonesia lebih rentan mengalami kurang darah atau anemia. Untuk itu pemeriksaan darah rutin dapat membantu untuk mengetahui hemoglobin dalam darah dan  mendeteksi anemia pada wanita sehingga dapat diatasi segera.
Pemeriksaan dini kesehatan perlu dilakukan dimulai usia 20 tahun sehingga masalah-masalah kesehatan yang ada dapat segera diketahui dan diatasi sehingga wanita Indonesia menjadi lebih sehat untuk melakukan berbagai aktivitasnya.\


Rabu, 08 Januari 2014

Male circumcision

Male circumcision is the surgical removal of the intact foreskin of the human penis.
Intact foreskin is one of the risk factors for HIV transmission from infected women to men
Circumcision is undertaken worldwide for religious, cultural, and social as well as medical reasons (Government of Uganda MOH 2010). Randomized clinical trials, conducted in sub-Saharan Africa; and South Africa (Auvert et al. 2005), showed that male circumcision protects against HIV as well as reduces the incidence of other sexually transmitted infections (STIs), including genital ulcers, human papilloma virus (HPV), and chlamydia in female partners of men.
 
These studies showed that circumcision reduced the risk of heterosexual HIV transmission from an infected woman to a circumcised man by more than 60%. Due to such evidence, in 2007 WHO/UNAIDS
recommended the adoption of male circumcision as part of the comprehensive strategy to reduce
heterosexually-acquired HIV infection in countries with high HIV prevalence and low levels of
male circumcision.
 
In 2010 Uganda launched the safe male circumcision (SMC) policy as part of the
comprehensive strategy on HIV prevention, in addition to the existing strategy of abstinence,
being faithful to one partner, and condom use (ABC). Prior to the launch of this policy, male
circumcision was mainly practiced for socio-cultural reasons as a rite of passage from childhood
to manhood among the Bagisu and Bakonjo ethnic groups; and also as a religious ritual among
the Moslems. The goal of the SMC policy is to contribute to the reduction of HIV and other STIs
through safe male circumcision services (Government of Uganda MOH 2010). In addition, one
of the key objectives of this policy is to establish a research agenda focusing on male
circumcision services for HIV prevention. This policy also recommends the integration of safe
male medical circumcision services in the HIV prevention and sexual and reproductive health
care services. The target population for this policy is all males, including neonates whose parents
and guardians consent to the procedure, while the recommended age for circumcision is before
puberty with a higher preference for age at circumcision below age 1, followed by age 2–9 and

age 10–17, respectively.

Senin, 06 Januari 2014

Saraf kranialis ke-7

Saraf fasialis adalah saraf kranialis ke-7 berperan besar dalam mengatur ekspresi dan indra perasa di kulit wajah manusia. Saraf fasialis memiliki 2 komponen utama. Komponen yang lebih besar merupakan murni saraf motorik dan berperan dalam persarafan otot ekspresi wajah. Komponen ini yang merupakan saraf fasialis sesungguhnya. Akan tetapi sepanjang perjalanan komponen besar terdapat komponen yang lebih tipis yang disebut saraf intermedius. Saraf intermedius mengandung serabut saraf viseral dan serabut aferen somatis.
 
Saraf fasialis utamanya berperan dalam memasok impuls untuk otot-otot ekspresi wajah. Disamping itu saraf fasialis juga berfungsi sebagai:
• Penyalur sensasi dari bagian anterior lidah dan rongga mulut
·   Melalui persarafan parasimpatis saraf facialis, kelenjar saliva,lakrimal, hidung dan kelenjar palatina bisa menghasilkan sekret

Saraf fasialis berasal dari sudut cerebellopontine - bagian lateral dari persimpangan pontomedullary 
Memiliki dua akar saraf yang berdekatan yakni motor root (lebih besar, lebih medial) dan saraf intermedius (lebih kecil, lebih lateral) - disebut saraf intermedius karena ditemukan di antara dua saraf yang lebih besar (akar utama VII dan VIII). Nervus intermedius memiliki serat parasimpatis dan sensorik dan yang awalnya merupakan bagian dari saraf VIII.

Penyakit Parotis
Tumor parotis, trauma atau operasi parotis dapat merusak cabang dari saraf fasialis. Hal ini akan mengakibatkan palsy wajah ipsilateral(satu sisi) dan kehilangan fungsi fungsionalnya. Sejauh ini tidak ada pasien yang dapat pulih sempurna dari kondisi ini.
Gangguang pada otot Stapedius: hyperacusis
Disfungsi dari otot terkecil diakibatkan oleh saraf fasialis dapat menyebabkan gejala yang menyedihkan. Otot stapedius mengatur gerakan dari rantai tulang pendengaran dan jika tidak aktif, suara akan menyimpang dan bergema yang diswebut kelainan hyperacusis

Bell palsy

Merupakan kelainan yang sering dijumpai akibat kerusakan saraf fasialis, biasa disebut facial palsy. Etiologi sebenarnya hingga kini masih belum diketahui secara pasti. Akan tetapi beberapa faktor seperti spasme pembuluh darah arteri di kanal wajah yang memasok nutrisi dari saraf fasialis ataupun peradangan dan pembengkakan saraf dalam kanal tulang kemungkinan bertanggung jawab terhadap kondisi ini.